Tampilkan postingan dengan label Amplifier. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amplifier. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

Rangkaian Volume Digital Sederhana



Rangkaian volume digital prinsip kerja rangkaian ini sebenarnya adalah sama dengan potentiometer, yaitu mengatur ( gain ) volume input audio. Rangkaian ini dibangun oleh 5 buah IC. Agar dapat berjalan sesuai keinginan dibutuhkan tegangan power supply sebesar 15 Volt DC. Adapun fungsi dari masing-masing IC adalah sebagai berikut.

  • IC1 adalah sebagai flip-flop yang berfungsi untuk input clock IC5. Rangkaian flip-flop ini memiliki periode lebih kurang 0,6 detik.
  • IC2 adalah IC regulator yang berfungsi untuk menurunkan tegangan, dari tegangan power supply sebesar 15 volt diturunkan menjadi 12 volt DC guna untuk pen-supply IC3 dan IC4.
  • IC3 merupakan IC multiplexers analogue 16-chanel, IC3 berfungsi sebagai level indikator dari rangkaian volume digital.
  • IC4 sama dengan IC3 yaitu IC multiplexers analogue 16-chanel, namun IC4 ini berfungsi sebagai potentiometer.


SW1 berfungsi untuk menaikan level audio (UP). Dan SW2 berfungsi untuk menurunkan level audio (DOWN). Ketika SW1 ditekan, IC5 menaikkan pulsa output yang di respon oleh IC3 dan IC4 yang kemudian IC3 dan IC4 memilih salah satu level yang sesuai dengan keluaran IC5. Dua buah komponen kapasitor 100n dan resistor 1M ohm pada output berfungsi sebagai penyaring output audio dari rangkaian volume digital ini. Dan kapasitor elektrolit (Elco) 1uF/100V pada IC4 kaki 9 dan 15 digunakan untuk mencegah adanya noise.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mendownload datasheet dari masing-masing IC yang digunakan. dan juga sudah saya sertakan pula skema rangkaian volume digital ini.
Download.
Password WinRar : iarifw

Minggu, 08 April 2012

Pengertian Amplifier OTL BTL dan OCL



Istilah amplifier boleh dikatakan sudah memasyarakat di semua lapisan masyarakat, dari orang yang tingkat ekonominya rendah sampai tingkat ekonomi atas pasti memiliki. Begitu populernya amplifier sehingga banyak orang menyebut amplifier dengan kata yang lebih simpel, yaitu "ampli".

Secara teknik amplifier digunakan pada hampir semua peralatan elektronik mulai dari radio sampai satelit. Dalam sound system, amplifier adalah alat penguat signal audio seperti dari kaset, VCD, tape dsb.
Power output suatu amplifier bervariasi mulai dari 5 Watt sampai ribuan Watt. Untuk hiburan di rumah power output 50 Watt sudah cukup memadai, tetapi untuk penggunaan di lapangan terbuka dibutuhkan power output yang lebih besar sesuai medan cakupan. Untuk public address 275 Watt sudah cukup, tetapi untuk konser musik mungkin 5000 Watt masih dianggap kurang meledak atau membahana. Terlepas dari masalah power output, amplifier yang baik harus mampu merespon frekuensi audio dari 20 - 20.000 Hz, karena telah kita ketahui bersama range pendengaran manusia adalah antara 20 – 20.000 Hz.

Kini tidak hanya power output-nya saja yang bermacam-macam, tetapi jenis-jenis dari amplifier pun telah bervariasi seperti OTL, BTL, OCL yang sudah ada banyak dipasaran. Dan setiap jenis tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk lebih jelasnya Anda bisa memahami pada artikel berikut.

  1. OTL (Output Transformer Less =  keluaran tanpa trafo), yaitu rangkaian amplifier yang menggunakan elco sebagai ganti transformer, misalkan nilai 2200uf untuk amplifier yang memiliki watt besar. Umumnya tegangan rangkaianamplifier ini hanya + (positif) dan – (negatif / ground).
  2. BTL (Bridge Transformator Less) , yaitu rangkaian Amplifier OCL yang  digabung dengan metode Bridge (jembatan). Sehingga power outputnya menjadi 2 kali lipat dari power Rangkaian Amplifier OCL.
  3. Misalkan : suatu amplifier memiliki power output 400 watt, maka jika dijadikan BTL power outputnya kira-kira akan menjadi 800 watt.
  4. OCL (Output Capacitor Less = keluaran tanpa kapasitor), yaitu rangkaian amplifier yang memiliki skema rangkaian dari transistor/IC penguat final langsung ke speaker output (tanpa pelantara apapun). Umumnya tegangan amplifier ini simetris yaitu + (positif), 0 (nol), - (negatif).
Dahulu amplifier yang populer adalah jenis amplifier jenis OT (ada trafo keluaran untuk menyesuaikan impedansi ampli dengan speaker), karena banyak kelemahan digantikan OTL. OTL ada kelemahan juga, yaitu nada rendah (bass) sedikit tersaring, sehingga tidak keluar penuh, muncullah OCL yang jauh lebih prima dibanding amplifier sebelumnya.
Kelemahan dan kelebihan OTL dan OCL :



Senin, 19 Maret 2012

Rangkaian Tone Control Mono 2 Transistor

Tone Control Mono

Rangkaian Tone Control diatas cukup sederhana, tetapi memiliki daya output yang bisa di bilang cukup bagus dan bersih. Sinyal suara dari input yang sebelumnya sudah diatur oleh potensiometer kemudian dikuatkan oleh bagian op=amp menggunakan transistor BC547 yang kemudian di kopling oleh kapasitor C4 yang output-nya akan diatur lagi pada bagian gain control, yaitu pada bagian frekuensi rendah atau bass dan frekuensi tinggi atau treble. Dari penge=aturang gain tersebut kemudian dikuatkan lagi pada bagian penguatan akhir menggunakan transistor yang sama yaitu BC547. Tegangan kerja dari tono kontrol ini adalah mulai 9 Volt DC sampai dengan 18 Volt DC.
Sekian. Semoga bermanfaat.

Jumat, 28 Oktober 2011

Rangkaian Volume Digital

Dengan rangkaian diatas Anda dapat membuat pengatur volume amplifier tanpa harus menggunakan potentiometer, melainkan menggunakan sebuah rangkaian dengan IC DS1669. Untuk tegangan kerja dari IC  jenis ini sebenarnya tidak  5 Volt, melainkan 4.5 V sampai 8 Volt, tetapi dalam rangkaian ini digunakan tegangan 5 Volt karena lebih mencari aman dari pada IC yang Anda gunakan meledak.
Dan dalam pasaran tersedia banyak sekali seri seri dari IC ini seperti:

  1. DS1669-10
  2. DS1669-50
  3. DS1669-100
Angka setelah tanda hubung itu menjelaskan nilai resistansi dari IC tersebut, seperti DS1669-50 artinya resistansi ic ini 50K ohm. 

Untuk Datasheet dari IC ini bisa Anda lihat di bawah ini.
Sekian. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 09 Juli 2011

Skema Rangkaian Amplifier 200 Watt


 Untuk daftar komponennya dapat anda download disini

Rangkaian amplifier diatas memiliki kekuatan output lebih kurang 200 watt, dengan memanfaatkan kekuatan dari transitor power TIP2955 dan Tip3055. Dan saya jamin rangkaian amplifier diatas memiliki suara keluaran yang bagus didengar. selain itu, komponen-komponen rangkaian amplifier diatas mudah didapat dipasaran dan harganya pun sangat murah. Biaya untuk merangkai amplifier diatas hanya menghabiskan lebih kurang Rp. 20.000 tetapi belum termasuk biaya untuk membuat power supply-nya juga. Apabila ingin merangkai beserta power supply-nya, biaya yang dihabiskan lebih kurang Rp. 60.000 sampai Rp. 70.000 saja. Dan perlu diingat juga pada Tr7 dan Tr8 perlu dipasang headsink (pendingin) agar pada saat volume penuh Tr7 dan Tr8 tidak over hot.
Saya juga telah menyediakan rangkaian power supply-nya untuk amplifier diatas. dibawah ini gambar rangkaian power supply.

 Selamat Membuat.

Selasa, 10 Mei 2011

Skema Rangkaian Audio Power Meter Menggunakan LM3915


R1-----10K
R2------1K
R3-----390
R4-----2,7K
P1-----100K Potentiometer.
C1-----10mf 25v
D1..D10---LED Green
I.C. ----LM3915

Skeme Rangkaian Amplifier klas A 5 Watt



sebuah Rangkaian Amplifier yang sangat sederhana tapi berkualitas.membutuhkan catu daya 24 V dan ouput 3-5 watts.
Parts:

P1_____________47K Log. Potentiometer (Dual-gang for stereo)

R1____________100K 1/4W Resistor
R2_____________12K 1/4W Resistor 
R3_____________47K 1/4W Resistor
R4______________8K2 1/4W Resistor
R5______________1K5 1/4W Resistor 
R6______________2K7 1/4W Resistor
R7,R9_________100R 1/4W Resistors
R8____________560R 1/2W Resistor
R10_____________1R 1/2W Resistor

C1,C2__________10µF 63V Electrolytic Capacitors
C3_____________47µF 25V Electrolytic Capacitor
C4____________100µF 35V Electrolytic Capacitor
C5____________150nF 63V Polyester Capacitor atau Mylar Capacitor
C6,C7_________220µF 25V Electrolytic Capacitors
C8___________1000µF 25V Electrolytic Capacitor

Q1___________BC560C 
Q2,Q3________BD439 atau BD437

SPKR___________One or more speakers wired in series or in parallel
Total resulting impedance: 8 Ohm
Minimum power handling: 5W

Circuit diagram:
3 - 5 Watt Amplifier